Minggu, 11 Agustus 2019
Sabtu, 30 Maret 2013
" Pertemanan "
19.52
Addakhil
“Tak ada yang benar-benar
bisa hidup sendiri. Karena Alam terlampau luas. Kebahagiaan hanya untuk mereka
yang mengerti arti Kebersamaan, Itulah Kita”
Kompak
Knowing you can always
count on me, for sure
That’s what friends are
for
In good times, in bad
times
I’ll be on your side
forever more
That’s what friends are
for…
Mengeja arti sebuah
kebersamaan dalam menjalin sebuah hubungan. Entah dengan keluarga, persaudaraan,
persahabatan atau pun dengan pasangan. Kebersamaan menjadi suatu hal penting
dalam membina sebuah hubungan. Jelas kita tak pernah bisa benar-benar hidup
sendiri dalam kehidupan ini. Kita tidak bisa menjadi manusia yang egois, yang
merasa bisa melakukan segalanya sendirian, yang merasa tak membutuhkan orang
lain.
Kehidupan adalah sebuah
siklus sebab akibat. Berbuat baik, saling berbagi dalam kebersamaan, menjalin
sebuah hubungan yang positif itu pilihannya. Siapa yang menanam padi pasti akan
tumbuh padi bukan?
Sebuah kebersamaan juga tidak bisa dipaksakan. Meskipun ada hubungan timbal balik, seperti sebuah simbiosis tapi atas dasar kerelaan. Karena dalam menjalin sebuah hubungan sosial kita harus belajar bagaimana pentingnya saling memahami, mau mendengar, mau berbagi dan mau untuk peduli. Karena dengan begitu kita akan bisa memaknai sebuah kebersamaan. Kebahagiaan dalam sebuah kebersamaan adalah ketika bahagia dengan kebersamaan itu sendiri. Artinya hubungan yang terjalin adalah sebuah kebaikan.
Sebuah kebersamaan juga tidak bisa dipaksakan. Meskipun ada hubungan timbal balik, seperti sebuah simbiosis tapi atas dasar kerelaan. Karena dalam menjalin sebuah hubungan sosial kita harus belajar bagaimana pentingnya saling memahami, mau mendengar, mau berbagi dan mau untuk peduli. Karena dengan begitu kita akan bisa memaknai sebuah kebersamaan. Kebahagiaan dalam sebuah kebersamaan adalah ketika bahagia dengan kebersamaan itu sendiri. Artinya hubungan yang terjalin adalah sebuah kebaikan.
Namun terkadang dalam
menjalin sebuah hubungan kita harus bisa menciptakan ruang dan jarak. Mengambil
jarak yang kita butuhkan. Membiarkan ruangan dalam sebuah hubungan. Menciptakan
suatu ruang untuk berekspresi. Sebuah ruangan yang kita butuhkan untuk bergerak
bebas. Sebuah jarak yang kita butuhkan untuk introspeksi. Melihat apa yang sudah
kita berikan, dari sudut pandang yang lebih luas. Ketika kita terlalu dekat,
sudut pandang kita terlalu sempit. Akibatnya penilaian kita menjadi lebih
subjektif. Saat kita menjauh, kita bisa melihat lebih menyeluruh. Hal ini
dibutuhkan untuk lebih objektif.
Karena kebersamaan itu
sendiri bukan berarti kita selalu bersama-sama secara fisik, tapi lebih pada
hubungan psikologis. Tidak selamanya kita akan selalu bertemu dan bersama,
mungkin suatu saat kita akan berpisah. Memang sesuatu diciptakan mempunyai
pasangan sendiri-sendiri, sepertinya halnya Pertemuan dan Perpisahan…Dan semoga
kebersamaan akan selalu ada, bersama indahnya masa yang terukir dan manisnya
kenangan yang terekam.
Kita tetap harus siap dengan
segala kemungkinan dan apapun yang terjadi. Ketika niat kita adalah sesuatu baik
maka hasil akhirnya pun akan baik.
Seperti halnya dalam dunia
kerja, kita pasti sering menghadapi berbagai permasalahan, baik dengan rekan
kerja, maupun dengan pihak luar, namun dengan semangat kebersamaan dan
senantiasa berdiskusi dengan tim secara bersama-sama, segala masalah akan dapat
terpecahkan. Seperti halnya sapu lidi, jika sapu lidi tersebut hanya berjumlah
satu buah lidi, ketika digunakan untuk menyapu seluruh halaman, maka akan
memerlukan waktu yang cukup lama dan sangat sulit, namun jika sapu lidi tersebut
memiliki lidi yang berjumlah banyak, maka akan dapat membersihkan semua halaman
denagan cepat. Begitu juga dalam dunia kerja, ketika ada permasalahan dalam tim
dan semua tim bersinergi untuk memecahkan masalah tersebut, maka semua masalah
akan dapat terselesaikan, namun jika dalam dunia kerja terjadi individualisme,
terkotak-kotak, maka akan sulit untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang
ada. Semoga apapun hubungan yang sedang kita jalani saat ini, selalu bisa
membawa kebahagiaan dalam kebersamaan yang sebenarnya. Wallahua’lam..Thanks, Regard
Joni Sidik Purnpmo
Lima Pilar Keluarga Sakinah Mawaddah Warrahmah
19.38
Addakhil
Lima Pilar Keluarga Sakinah Mawaddah Warrahmah
1. Dalam keluarga itu ada mawaddah dan rahmah (Q/30:21). Mawaddah adalah jenis cinta membara, yang menggebu-gebu dan "nggemesi", sedangkan rahmah adalah jenis cinta yang lembut, siap berkorban dan siap melindungi kepada yang dicintai. Mawaddah saja kurang menjamin kelangsungan rumah tangga, sebaliknya, rahmah, lama kelamaan menumbuhkan mawaddah.
2. Hubungan antara suami isteri harus atas dasar saling membutuhkan, seperti pakaian dan yang memakainya (hunna libasun lakum wa antum libasun lahunna, Q/2:187). Fungsi pakaian ada tiga, yaitu
(a) menutup aurat,
(b) melindungi diri dari panas dingin, dan
(c) perhiasan.
Suami terhadap isteri dan sebaliknya harus menfungsikan diri dalam tiga hal tersebut. Jika isteri mempunyai suatu kekurangan, suami tidak menceriterakan kepada orang lain, begitu juga sebaliknya. Jika isteri sakit, suami segera mencari obat atau membawa ke dokter, begitu juga sebaliknya. Isteri harus selalu tampil membanggakan suami, suami juga harus tampil membanggakan isteri, jangan terbalik di luaran tampil menarik orang banyak, di rumah "nglombrot" menyebalkan.
3. Suami isteri dalam bergaul memperhatikan hal-hal yang secara sosial dianggap patut (ma`ruf), tidak asal benar dan hak, Wa`a syiruhunna bil ma`ruf (Q/4:19). Besarnya mahar, nafkah, cara bergaul dan sebagainya harus memperhatikan nilai-nilai ma`ruf. Hal ini terutama harus diperhatikan oleh suami isteri yang berasal dari kultur yang menyolok perbedaannya.
4. Menurut hadis Nabi, pilar keluarga sakinah itu ada empat (idza aradallohu bi ahli baitin khoiran dst);
(a) memiliki kecenderungan kepada agama,
(b) yang muda menghormati yang tua dan yang tua menyayangi yang muda,
(c) sederhana dalam belanja,
(d) santun dalam bergaul dan
(e) selalu introspeksi.
5. Menurut hadis Nabi juga, empat hal akan menjadi faktor yang mendatangkan kebahagiaan keluarga (arba`un min sa`adat al mar'i), yakni
(a) suami / isteri yang setia (saleh/salehah),
(b) anak-anak
yang berbakti,
(c) lingkungan sosial yang sehat , dan
(d) dekat rizkinya.
Thanks, Regard
Joni Sidik Purnomo
Ya Allah Jadikanlah Keluarga Kami Sakinah Mawadah Warohmah, Amin
19.11
Addakhil
* Bismillahirrahmanirrahiim *~
Dalam cinta ada kepercayaan..
Saling mengingatkan, saling menjaga
keutuhan dan do’a untuk terjaga dari
segala godaan..
Kerana cinta adalah anugrah Allah yang indah bagi insan yang pendai mensyukuri dan menghargainya..
Ya Allah…Ya Rabb, semikanlah cinta di
hati kami, hanya untuk pasangan yang
Engkau ridhai..
Jadikanlah rumah tangga kami sakinah, mawadah,warahmah .Senantiasa jauh dari
segala fitnah, godaan dan gangguan..
ternaungi dari dusta dan kecurangan
bersama tak hanya dalam indah
dunia, juga dalam kedamaian syurga_
Mu..
Aamiin Ya Rabbal’alamiin..
Wahai Hati…
Bersabarlah dalam menanti,
Yakinlah janji_Nya adalah pasti..
Pada akhirnya kebahagiaanlah yg kelak kan diraih
Wahai Jiwa…
Tenanglah dalam lara,
Percayalah bahwa janji_Nya adalah nyata.
Jangan pernah ragu dengan kehendak_Nya
DIA lebih tau mana yang terbaik untuk para hamba2_Nya.
Wahai Raga…
Tetaplah istiqomah dalam asa,
Cinta yang suci sedang menguji keimanan kita..
Seberapa sabar kita dalam menunggu…
Seberapa kuat kita saat tertatih…
dan seberapa tegar kita disaat rapuh…
Segala uji dan coba_Nya tak pernah ada yang sia2,Dibalik itu semua pasti ada hikmah dan barokahnya, bersabarlah untuk suatu Keindahan..
Kebahagiaan itu pasti kan datang untukmu,
Disaat yang Indah di waktu yang
tepat…
Ponorogo, 31 Maret 2013
Thanks, Regard
Joni Sidik Purnomo
Selasa, 25 September 2012
JAMAN DURUNG USUM SABUN ( 26 - SEPTEMBER - 2012 )
21.32
Addakhil
Keluarga...
Itulah tempat perlindungann kita
Di saat musuh menyerang
Berlindunglah dalam hangatnya keluarga
Keluargalah sumber inspirasi
Kekuatan terbesar dalam hidup ini
Ditemukan dalam keluarga
Dialami dalam cinta kasih keluarga
Mungkin tak ada pertalian saudara
Namun keluarga itu cakupannya luas
Tak hanya dengan orang-orang yang memiliki hubungan darah dengan kita
Tapi semua orang bisa menjadi keluarga kita
Bukalah matamu selebar mungkin
Pertajam pendengaranmu
Bertanggung jawablah atas keluargamu
Yang telah menjadi bagian hidupmu
Mungkin kau pernah merasa tersakiti
Penolakan dalam keluarga
Namun...terimalah itu dengan ikhlas
Sebagai alat pembentukan karaktermu
Menjadi pribadi yang lebih kuat dan mulia
Menaburlah untuk keluargamu
Sekalipun nampaknya sia-sia
Tetaplah menabur bahkan sampai mencucurkan air mata
Niscaya suatu saat nanti kau akan menuai dengan sorak - sorai
Ponorogo, 26 - September - 2012









